• SMP NEGERI 2 PANGKALPINANG
  • SPENDA PINTAR LUAR BIASA

Si Rebung Nan Menawan dan Si bebek Nan Elegan Penghias Cual Dari Selindung

Oleh : Herlina

Perjalanan kali ini dimulai dari keinginan mencari bahan seragam untuk dipakai pada acara keluarga, entah mengapa tiba-tiba melintas ide untuk menggunakan bahan cual. Seketika teringat rumah produksi kain cual yang pernah saya kunjungi bersama siswa-siswi peserta pertukaran pelajar dari SMP Labschool Jakarta satu tahun yang lalu sekitar bulan Februari 2024.

Salah satu tujuan dari students exchange adalah saling bertukar informasi budaya dari kedua daerah yang berkunjung dan yang dikunjungi. Dari jadwal perjalanan yang telah dirembuk oleh panitia penerimaan tamu  yaitu SMPN 2 Pangkalpinang kepada SMP Labschool Jakarta adalah mengunjungi rumah kerajinan kain cual ibu Maslina di Selindung. Kunjungan bersama SMP Lab School Jakarta terdiri atas 8 orang siswa-siswi dan satu guru pendamping, sedangkan dari SMPN 2 Pangkalpinang terdiri atas 8 siswa-siswi dan 3 guru pendamping.

Rombongan diterima dengan ramah oleh pemilik rumah kerajinan batik cual yaitu ibu Maslina. Penampilannya yang anggun dan bersahaja menampakkan bahwa beliau sosok yang berpengatahuan dan berpengalaman dalam hal batik yang sudah terkenal selama ini di Bangka Belitung.

Kami digiring menuju etalase kain yang terpajang di lemari-lemari kaca, berabagai baju batik yang sudah siap pakai dengan berbagai ukuran pria dan wanita tergantung di berbagai etalase serta patung-patung yang mengenakan baju dan pakaian adat juga berdiri menawan menambah keelokan rumah batik cual bu Maslina. Kami melihat-lihat sembari menanyakan tentang harga kain yang sudah jadi, bahan dan bagaimana pembuatannya.

Rombongan yang Sebagian besar anak-anak tersebut sangat antusias menyimak penjelasan dari bu Maslina, tentu saja ini pengalaman baru buat mereka dan sekaligus bersyukur karena mereka terpilih menjadi duta teman-temannya sehingga bisa hadir bertemu langsung dengan pengrajin dan dapat berdialog berbagi hal terkait dengan kain batik cual tersebut, dan tentu saja mereka harus memperhatikan dengan baik karena hasil kunjungan tersebut akan dibuat sebuah laporan karena memang itu lah salah satu tugas dari sekolah mengirim mereka jauh-jauh ke Pangkalpinang tinggal bersama ibu asuh selama satu minggu di Pangkalpinang dan ikut belajar di SMPN 2  untuk mengenal budaya di keluarga, budaya di sekolah, dan budaya di Masyarakat.

Siswa-siswi dari SMPN 2 Pangkalpinang tak kalah antusiasnya bertanya saat rombongan dipertontonkan cara menenun kain cual sekaligus mempraktekkannya. Alat tenun yang telah berusia puluhan tahun tampak masih bagus karena terbuat dari kayu yang berkualitas sehingga tidak using dimakan waktu. Para rombongan memperhatikan dengan seksama.

Ada hal yang membuat semakin seru dan hebohnya rumah batik tersebut karena di penghujung dari praktek tersebut tiba-tiba bu Maslina mengajukan beberapa pertanyaan, anak-anak ada yang malu-malu menjawab namun, salah seorang siswa dari SMPN2 Pangkalpinang dengan keberanian yang full mengacungkan tangan dan menjawab pertanyaan seputar praktik pembuatan kain cual yang telah diperagakan oleh ibu Maslina, tentu saja anak yang Bernama Jessica dapat menjelaskan dengan runtut karena dia sangat serius memperhatikan penjelasan ibu Maslina dari awal hingga akhir dan atas kepintarannya dia pun berhak mendapat hadiah satu lembar kain batik cual yang sebelumnya tidak dijanjikan oleh ibu Maslina dan bukan hanya siswa yang mendapat hadiah, salah satu guru pendamping juga mendapat hadiah Stanjak sebuah penutup kepala yang sering digunakan bapak-bapak dalam acara-acara adat tertentu.

Kegiatan kunjungan selesai setelah ibu Maslina menunjukkan kepada kami kain asli cual ratusan tahun yang lalu yang diperolehnya dari tangan penduduk, dan bagaimana kelanjutan dari asal-usul batik cual ini akan dikisah pada bab berikutnya.

Rombongan melanjutkan perjalanan ke destinasi yang lain namun, pengetahuan dan pengalaman singkat di rumah batik cual ibu Maslina menorehkan kesan tersendiri sehingga harapannya anak-anak dari SMP Labschool Jakarta dapat mengisahkan pengalaman mereka kepada orangtua, kepada guru, dan kepada teman-teman mereka. sehingga batik cual Bangka Belitung lebih dikenal masyarakat luas dan bernilai jual tinggi.

Sesungguhnya ini bukan kunjungan pertama dari SMP Labschool Kebayoran Jakarta melainkan rombongan ke dua setelah perjanjian Kerjasama kedua belah pihak sekolah setuju untuk menjalin silaturrahmi, dan saling berbagi informasi tentang budaya dan pembelajaran di sekolah khususnya di SMPN 2 Pangkalpinang.

Hasil dari kunjungan ini menuai reaksi positif baik dari anak-anak SMPN Labschool Jakarta maupun dari SMPN 2 Pangkalpinang begitu juga dari para guru Pembina terutama dari Pangkalpinang sendiri yang belum pernah berkunjung ke rumah batik cual ini dan dengan adanya kegiatan student exchange telah memberi jalan untuk berada di sana.

Satu tahun setelah kunjungan rombongan SMP Labschool Kebayoran Jakarta dan SMPN 2 Pangkalpinang tepatnya awal bulan Mei 2025, saya bersama saudara-saudara berkunjung lagi ke sana, tak banyak berubah di rumah batik ini, hanya di koleksi patung dikenakan kain batik cual produksi terbaru dengan warna dan corak terbaru dan tentu saja dengan harga baru. Mata saya tertuju kepada sedretan kain-kain batik cual yang terpajang di etalasi lemari kaca, kain-kain bermotif unik nan indah yang sering dipakai untuk acara-acara pernikahan, acara adat dan acara-acara penting lainnya.

Saya jadi teringat kira-kira 20 tahun yang lalu, yah…tentu saja karena waktu itu usia anak pertama saya sekitar 9 tahun dan sekarang usianya memasuki 29 tahun, saya telah membeli kain cual ini lewat seseorang yang datang ke sekolah menawarkannya dan baru saya tahu saat berkunjung itu bahwa yang menawarkan kain waktu itu adalah anak bu Maslina. Saya tertegun kagum sambil mencari kain yang sama dengan punya saya dan ternyata tidak ada yang persis sama. Saya teringat Ketika kain itu ditawarkan kepada saya disebutkan bahwa kain ini hanya ditenun satu dan setiap ditenun berbeda corak dan warnanya tetapi motif tetap sama dan sekarang ada inovasi motif dengan tidak meninggalkan motif aslinya.

Setelah berbincang-bincang lama, dikeluarkanlah corak-corak terbaru yang menyesuaikan dengan selera sekarang karena untuk warna merah dan mendekati merah telah banyak dipakai orang, seperti halnya warna dan corak kain songket pada umumnya.

Tidak terasa waktu semakin beranjak petang, beberapa kain telah saya coba dan ternyata semua bagus-bagus dan cocok dengan kulit saya dan harganya pun bagus alias mahal. Akhirnya tergoda juga saya dengan kain cual tenun yang diberi nama motip aspal.

Ketika akan masuk ke mobil untuk segera pulang, salah satu saudara saya menarik tangan dan mengajak ke seberang jalan, kami baru tersadar ternyata di seberang rumah ibu Maslina terdapat beberapa rumah berderet yang ternyata berjualan kain cual juga, kami mencoba masuk ke dalam dan mata kami dimanjakan oleh deretan baju-baju jadi berbahan cual dengan model kekinian. Yang lebih membuat kami terkagum-kagum adalah bahwa pemilik toko-toko diseberang rumah ibu Maslina adalah anak-anaknya dan ternyata pemilik toko inilah yang menawarkan kain cual tenun pada masa silam sehingga saya mempunyai dua koleksi kain tenun cual saat itu. Dari hasil melihat-lihat akhirnya dua stel pakaian cual pun terbeli oleh kami, ternyata benarlah jika pandangan sudah tertarik timbul rasa hati untuk memiliki.

Belakangan barulah saya tahu bahwa Ibu Maslina mempunyai 10 orang anak dan anak-anaknya tinggal di kampung yang sama dan berada di sekitar rumah Ibu Maslina. Dan Ibu Maslina bercita-cita akan menjadikan kampungnya kampung industri kain cual dan pernak-perniknya. Cita-cita mulia tersebut dimulai dari anak-anaknya dulu dan berharap ke depan cita-citanya akan tercapai. Untuk mewujudkan cita-citanya diperlukan modal yang tidak sedikit oleh karena itu Ibu Maslina berharap mendapat kucuran bantuan dari berbagai pihak yang perduli dengan kain cual dan perduli dengan penjagaan budaya khususnya menjaga kekayaan intelektual provinsi kepulauan Bangka Belitung.

Saya Kembali tertegun menyimak bait-demi bait yang keluar dari tutur nan teratur dari ibu Maslina, tentang kain cual dan harapannya. Saya sempatkan selipkan kisah Ketika saya berkunjung ke suatu tempat dimana satu kampung semuanya pengrajin dan berjualan tas kulit. Ibu Maslina menginginkan lingkungan demikian, sayangnya waktu tak cukup banyak untuk bercerita banyak hal, tapi kami bersepakat lain waktu akan bercerita kembali tentang kain cual.

Setelah Kembali dari berkunjung ke rumah batik cual ibu Maslina sesampai di rumah saya langsung membongkar kain yang saya beli dua puluh tahun yang lalu. Terdapat 2 kain cual yang saya beli secara mencicil waktu itu. Satu kain berwarna pink dan satu kain lagi berwarna keunguan. Saya tidak paham mengenai motif Ketika itu, yang saya tahu saya mempunyai dua anak perempuan yang nantinya akan saya gunakan untuk momen-momen spesial mereka dan pada akhirnya saya akan serahkan kain-kain ini untuk mereka. sebegitu indahnya keinginan dan harapan itu sama halnya dengan keinginan ibu Maslina Ketika anak-anaknya dibekalai pengetahuan tentang batik kain cual dan juga dibekali lahan untuk pendirian rumah atau toko-toko yang bukan untuk sekedar menjual dan mengais rejeki tetapi lebih kepada bagaimana melestarikan dan menjadikan cual ini tetap terjaga di sepanjang masa.

Ibu Maslina menuturkan bahwa terdapat dua jenis kain batik cual yaitu Kain Cual Cap atau cetak dan kain Tenun Cual. Kedua jenis ini memiliki perbedaan yang sangat kentara maka dari segi harga pun sangat berbeda jauh. Jika kain batik cual harganya paling rendah Rp 350.000,- per potong maka Kain Tenun Cual paling rendah Rp 3.500.000,- untuk kain dan selendangnya sedangkan untuk harga tertinggi tergantung bahan dan tingkat kesulitan menenunnya karena proses pembuatannya dianyam atau ditenun dari bahan baku benang satu persatu sehingga pantaslah harganya dibandrol tinggi.

Lebih lanjut dikatakan bahwa terdapat dua buah motif yaitu Motif Bebek dan Motif Rebung. Motif Bebek digunakan untuk kain Batik Cual sedangkan Motif Rebung digunakan khusus untuk kain Tenun Cual.

Motif bebek dipadu padankan pada selembar kain menjadi motif Bebek Setaman dimana secara filosofi bermakna “Masyarakat Bangka Belitung suka berkelompok-kelompok, senang bergotong royong , sejalan dalam mencapai satu tujuan.”

Sedangkan motif Rebung dalam kain tenun cual disebut  dengan motif pucuk Rebung. Pucuk Rebung adalah batang bambu yang masih muda, sangat lembut dan lentur, tetapi ia sangat kokoh kuat, tidak mudah patah walau pun diterpa angin, maka motif pucuk Rebung “melambangkan persatuan masyarakat Bangka Belitung serumpun melayu yang sangat kuat walau dimanapun berada tetap saling berpegangan erat, tidak mudah dipengaruhi dan tetap kokoh.” Untuk warna dalam perkembangannya bermacam-macam warna tetapi untuk motif tetap hanya ada dua jenis motif seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Ternyata begitu bermaknanya sebuah kain batik cual dan kain tenun cual. Setelah bertahun-tahun dibeli dan menyimpan kain di rumah baru sekarang mengetahui filosofinya berkat perbincangan mendalam bersama ibu Maslina.

Ibu Maslina menjadi terkenal hingga ke manca negara berkat kain cualnya, sosok sederhana namun, beliau mampu menggali kekayaan budaya lokal dan melestarikan budaya tersebut berupa kain cual yang diusahakannya melalui segenap pengorbanan waktu, tenaga bahkan hartanya.

==========

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Akhir Ramadan, Bukan Akhir Perjuangan Untuk Menjadi Lebih Baik

Tayang: Jumat, 13 Maret 2026 Penulis: Tim Redaksi & Riset Jurnalistik SMPN 2 PangkalPinang Editor: Tim Redaksi & Riset Jurnalis SMPN 2 PangkalPinang Foto: Tim Produksi K

07/04/2026 07:22 - Oleh Administrator - Dilihat 19 kali
Usai Ramadan, Siswa Spenda Masuk Sekolah: Momentum Maaf-Memaafkan yang Perlu Diterjemahkan dalam Sikap

Tayang: Jumat, 13 Maret 2026 Penulis: Tim Redaksi & Riset Jurnalistik SMPN 2 PangkalPinang Editor: Tim Redaksi & Riset Jurnalis SMPN 2 PangkalPinang Foto: Tim Produksi K

07/04/2026 07:20 - Oleh Administrator - Dilihat 53 kali
"BEBERAPA KEUTAMAAN-KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN’’

Bintang berkelip di langit malam Semakin indah dengan cahaya bulan Izinkan saya ucapkan salam Untuk para hadirin sekalian ASSALAMUALAIKUM WARROHMATULLAHI WABAROKATUH Alhamdulillah,

05/03/2026 07:27 - Oleh Administrator - Dilihat 33 kali
Tim basket kebanggaan SMP Negeri 2 PangkalPinang: Amazon Spenda sukses raih beberapa prestasi nonakademik

Ditulis pada: Jumat, 20 Febuari 2026 Penulis: Adianti Putri Halwa SMPN 2 PangkalPinang Editor: Fathiyyah Zahra Purwadinata SMPN 2 PangkalPinang Foto: Tim Amazon SMPN 2 PangkalPinang

25/02/2026 07:17 - Oleh Administrator - Dilihat 138 kali
Kapolres Pangkalpinang Sosialisasikan Bahaya Geng Motor dan Judi Online di SMPN 2 Pangkalpinang

Tayang: Rabu, 18 Febuari 2026 Penulis: Tim Redaksi & Riset Jurnalistik SMPN 2 PangkalPinang Editor: Tim Redaksi & Riset Jurnalis SMPN 2 PangkalPinang Foto: Tim Produksi

22/02/2026 13:23 - Oleh Administrator - Dilihat 70 kali
SMP Negeri 2 Pangkalpinang Raih Penghargaan Sekolah Terinovatif: Karamunting Jadi Kunci Sukses Anti-Bullying

Tayang: Rabu, 18 Febuari 2026 Penulis: Tim Redaksi & Riset Jurnalistik SMPN 2 PangkalPinang Editor: Tim Redaksi & Riset Jurnalis SMPN 2 PangkalPinang Foto: Tim Produksi

22/02/2026 13:21 - Oleh Administrator - Dilihat 73 kali
OSIM Al-Muhajirin Kunjungi SMP Negeri 2 Pangkalpinang: Silaturahmi dan Inspirasi untuk Masa Depan

Tayang: Kamis. 19 Febuari 2026 Penulis: Tim Redaksi & Riset Jurnalistik SMPN 2 PangkalPinang Editor: Tim Redaksi & Riset Jurnalis SMPN 2 PangkalPinang Foto: Tim Produksi Krea

22/02/2026 13:18 - Oleh Administrator - Dilihat 77 kali
SK PENGELOLAAN PENGADUAN SPENDA

     

20/02/2026 11:40 - Oleh Administrator - Dilihat 63 kali
SK KOMPENSASI LAYANAN PUBLIK SPENDA

20/02/2026 11:36 - Oleh Administrator - Dilihat 69 kali
STOP MEMBERIKAN BINGKISAN

18/02/2026 10:13 - Oleh Administrator - Dilihat 59 kali